Phinzaa Hyunhie

Get Gifs at CodemySpace.com
  • HOME
  • facebook
  • twitter
  • yahoo

please click 1x

Jumat, 11 November 2011

Aku dan Jilbabku

Oleh : Aidil Heryana, S.soi Setiap pagi sebelum meninggalkan rumah untuk bekerja, aku mengikat rambut dan menutup seluruh bagian rambut hingga leher dengan sehelai kain. Selembar kain itu sudah menjadi bagian dari perlengkapan pakaianku. Shaista ‘Aziz, wartawati muslimah berkebangsaan Inggris, sejak beberapa tahun lalu memutuskan untuk mulai mengenakan hijab. Seperti beribu-ribu muslimah yang ada di seluruh dunia, hijab telah merupakan bagian dari dirinya, yang dipakainya dengan perasaan bangga dan percaya diri. Dia memutuskan memakai jilbab setelah mengalami perjalanan batin yang panjang untuk mempelajari lebih dalam tentang Islam sebagai agamanya. Perjalanan batin ini dimulai setahun sebelum terjadi serangan terhadap gedung World Trade Center di New York. Keinginannya mempelajari Islam semakin kuat setelah kejadian 11 September di New York yang menggegerkan dunia itu. Ketika itu penduduk muslim yang ada di seluruh dunia, termasuk Inggris berada di bawah ancaman dan tekanan para politisi dan media Barat di Inggris. Saat itulah muncul keinginannya untuk tampil sebagai seorang muslimah yang eksis. Shaista ‘Aziz adalah muslimah terdidik dari dunia barat, walaupun tidak banyak tahu tentang bagaimana keadaan muslimah di negara lain seperti Irak, Bosnia, Somalia dan Palestina. Namun dia tetap yakin dan mantap menyatakan identitasnya melalui Islam dan jilbab. Sejak kejadian 11 September di New York itu, telah terjadi lonjakan fantastis ‘jilbaber’ di kalangan Muslimah, khususnya wanita muda Inggris. Dari komentar mereka diketahui bahwa hampir semua melakukannya sebagai sebuah pilihan. Sekarang ini, bila berjalan-jalan hampir semua jalan raya di Inggris, setiap Sabtu pagi, maka kita akan bertemu dengan para muslimah muda yang mengenakan jilbab. Umumnya dalam warna sangat serasi dengan pakaian mereka. Kemudian dalam perjalanan menuju tempat kerja setiap pagi, maka kita akan lebih sering bertemu saudara-saudara muslimah yang aktif, mengenakan jilbab dengan gaya yang berbeda-beda, dibandingkan para wanita lain yang mengenakan pakaian beraneka ragam. “Dengan mengenakan hijab aku merasakan suatu kekuatan besar mengalir dalam diriku. Sekarang setiap hari adalah hari yang indah bagi rambutku, sepanjang yang aku ingat dan rasakan. Ketika aku berjumpa dengan muslimah lain di jalan, kami selalu tersenyum, kadang-kadang saling menganggukkan kepala dan saling menyapa, assalamulaiakum, wa ‘alaikum salam.” Ujar Shaista bangga. “Ironisnya, aku menghadapi reaksi yang paling keras tentang hijabku ini, ketika berada di luar Inggris. Baru-baru ini saat pergi ke Kairo, Mesir, dan bertemu dengan teman yang bekerja di sebuah coffee shop. Aku menelponnya dari mobil dan kami berjanji untuk bertemu di lobi hotel, tempatku menginap. Ketika aku datang dan menyapanya, temanku itu ternganga heran. Mungkin saking kagetnya melihatku berjilbab.” “Aku menyadari bahwa ada masalah yang sangat besar dalam Dunia Islam berkaitan dengan hijab. Kemudian ketika kami sudah nyaman di dalam kafe, dia mengumpulkan keberanian untuk bertanya mengapa aku berhijab? Aku pikir itu pertanyaan yang sangat lucu.” Seorang muslimah Mesir yang tinggal di dunia Arab malah bertanya kepada seorang wanita Muslimah kelahiran Barat yang tinggal di Inggris. Mengapa ia mengenakan jilbab. Sebuah ironi bukan? Namun saat dijelaskan alasannya, dia terlihat santai saja sambil mengeluarkan rokok dari dalam tasnya, kemudian mulai bercerita pada Shaista ‘Aziz tentang jilbab. Seolah dia yang paling tahu banyak hal tentang jilbab. Jilbab dianggap sebagai sesuatu yang tidak praktis, menyusahkan bahkan sesuatu yang mencekik bagi presenter di TV. Ia tidak ingin memakai hijab. Tidak mungkin. Mungkin itu yang ada dalam benak mereka. “Aku malah berpikir bahwa di dunia barat ada keasyikan tersendiri memakai jilbab, cadar dan burqo. Aku menyadari dan tidak menyangkal bahwa ada masalah yang sangat besar dalam Dunia Islam terkait dengan kesejajaran hukum bagi para wanita. Tetapi memang para muslimah menghadapi masalah yang berkaitan dengan jender di seluruh dunia.” Shaizta ‘Aziz meyakinkan dirinya. Perlu disadari bahwa para muslimah berhijab berbeda-beda antara negara yang satu dengan negara yang lain. Gaya dan model mengenakan jilbab pun mungkin juga berbeda-beda. Ini menunjukkan Islam berada di atas segala kumpulan negara-negara, kebudayaan, bahasa dan kepercayaan. Shaizta ‘Aziz patut bersyukur dapat mengekspresikan kesalihannya dalam berbusana muslimah, karena hal ini tidak dia temukan di tempat lain. Walau pada kebanyakan negara yang berpenduduk muslim sekalipun masih banyak ditemukan wanita tanpa busana muslimah. Kondisi warga muslim di negara-negara Barat adalah sebuah fenomena yang menarik perhatian dunia Islam dan berbagai forum di Barat. Pasalnya, dalam beberapa dekade terakhir, umat Islam telah menjelma menjadi minoritas agama terbesar di Eropa dan Amerika. Hal inilah yang lantas mendorong mereka untuk menuntut hak-hak yang mestinya mereka peroleh sebagai bagian dari masyarakat di Barat. Akan tetapi, tuntutan itu bukan hanya tidak direspon oleh rezim-rezim di Barat, bahkan media massa di Eropa dan Amerika getol melontarkan tuduhan miring untuk merusak citra umat Islam di dunia. Di Inggris, umat Islam adalah warga minoritas terbesar dengan jumlah sekitar dua juta jiwa atau tiga persen dari populasi Inggris. Warga muslim Inggris umumnya adalah imigran dari anak benua India, meski tak dipungkiri bahwa banyak pula warga asli Inggris yang memeluk agama Islam. Di Inggris, warga muslim menghadapi perlakuan pemerintah Inggris yang relatif lunak terhadap warga muslim dibanding negara-negara lainnya di Eropa. Di negara ini terdapat sekitar 600 masjid di berbagai penjuru negeri ini yang merupakan pusat kegiatan warga muslim Inggris. Dari masjid inilah, muncul berbagai organisasi dan partai Islam yang melakukan aktivitas penyebaran agama Islam dan melakukan koordinasi terhadap warga muslim sebagai sebuah komunitas keagamaan. Berdasarkan undang-undang Inggris, setiap warga bebas melaksanakan kewajiban agamanya. Undang-undang ini tentu saja sangat menguntungkan kelompok minoritas agama di Inggris tak terkecuali umat Islam. Tahun 1988, dengan disahkannya undang-undang persamaan hak belajar, warga muslim Inggris mendapatkan peluang yang lebih besar untuk belajar, termasuk mempelajari ilmu-ilmu keislaman. Saat ini, sekitar 110 sekolah agama Islam menjalankan aktivitasnya secara independen di Inggris, dan tentunya jumlah sekecil ini masih jauh dari cukup bagi komunitas muslim Inggris, apalagi jika kita membandingkannya dengan fasilitas yang didapatkan oleh kelompok minoritas lain. Meski demikian, para pelajar muslim di Inggris tetap terlibat aktifitas pendidikan dengan giat. Bahkan tahun lalu, salah sebuah sekolah menengah atas putri muslim ditetapkan sebagai sekolah menengah tingkat atas terbaik di Inggris. Di tengah sinar dakwah yang begitu benderang di negeri Pangeran Charles ini, bukan berarti tidak ada tantangan. Namun dalam menghadapi tekanan dan propaganda buruk ini, Islam di Inggris telah memposisikan diri sebagai agama yang hidup dan menarik perhatian. Karenanya, sebagian warga Inggris memiliki pandangan yang baru terhadap ajaran agama ini. Kita berharap, masyarakat muslim Inggris sebagai kelompok minoritas terbesar di Inggris dapat memperoleh hak-hak mereka yang semestinya. “Melalui Islam aku merasa memiliki kekuatan untuk tetap dapat bergerak dinamis karena keindahan dan kesederhanaan pamakaian jilbab dan petunjuk-Nya dalam kehidupanku.” Shaista ‘Aziz membenarkan.

Hyun bin - That man

Han namjaga geudaereul saranghamnida
geu namjaneun yeolsimhi saranghamnida
maeil geurimjacheoreom geudaereul ttaradanimyeo
geu namjaneun useumyeo ulgo isseoyo

Eolmana eolmana deo neoreul
ireoke baraman bomyeo honja
i baram gateun sarang i geoji gateun sarang
gyesokhaeya nega nareul sarang hagenni

Jogeumman gakkai wa jogeumman
hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
neol saranghaneun nan jigeumdo yeope isseo
geu namjan umnida

Geu namjaneun seonggyeogi sosimhamnida
geuraeseo utneun beobeul baewotdamnida
chinhan chinguegedo motaneun yaegiga manheun
geu namjaui maeumeun sangcho tusongi

Geuraeseo geu namjaneun geudael
neol sarang haetdaeyo ttokgataseo
tto hanagateun babo tto hanagateun babo
hanbeon nareul anajugo gamyeon an dwaeyo

Nan sarangbatgo sipeo geudaeyeo
maeil sogeuroman gaseum sogeuroman
sorireul jireumyeo geu yeojaneun oneuldo
geu yeope itdaeyo

Geu namjaga naraneun geon anayo
almyeonseodo ireoneun geon anijyo
moreul geoya geudaen babonikka

Eolmana eolmana deo neoreul
ireoke baraman bomyeo honja
i babo gateun sarang i geoji gateun sarang
gyesokhaeya nega nareul sarang hagenni

Jogeumman gakkai wa jogeumman
hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
neol saranghaneun nan jigeumdo yeope isseo

Geu namjan umnida


Kamis, 10 November 2011

BUNDA


Pagi ini aku terpekur
Menepikan segumpal asa yang kian merajai
Sebuah nama mengisi sudut jiwaku
BUNDA ..
Ku coba tuk merangkai kata demi kata
Bait demi bait
Namun tak ku temui apa yang ku cari
Karna tak ada yang melebihimu
Kelembutanmu .. .. Kasih sayangmu
BUNDA
Tuhan menjadikanmu sebagai mediatorku
Mengajari akan makna hidup
Memapahku saat ku erapuh
Menjadi perisai dalam jeratan tirani dunia
Yang menggerogoti kepolosanku
BUNDA ..
Tak ada kata yang bisa mengungkapkan kesempurnaan
Dalam ketidaksempurnaan mu pun perjuangan & pengorbananmu .. ..
Dalam melahirkanku, dalam diamku aku berteriak
Terima kasih .. .. .. BUNDA ..

Soal UN Sosiologi 2010-2011

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2010/2011 SOSIOLOGI SMA/MA PROGRAM STUDI IPS (PREDIKSI) 120 MENIT 1. Seorang siswa SMP di China menyumbangkan seluruh uang tabungan hasil jerih payahnya dari mengumpulkan botol bekas air mineral kepada anak – anak korban HIV/AIDS. Tindakan siswa dalam interaksi sosial tersebut dipengaruhi oleh faktor … A. identifikasi B. imitasi C. motivasi D. empati E. sugesti 2. Perhatikan bentuk interaksi sosial berikut ! (1) Kerjasama sesama anggota partai politik (2) Kontravensi di antara siswa dalam satu kelas (3) Kompetisi untuk mendapatkan kedudukan (4) Akomodasi pendapat para anggota koperasi pegawai Yang menjadi faktor penghambat keteraturan sosial adalah …. A. (1) dan (2) B. (1) dan (3) C. (2) dan (3) D. (2) dan (4) E. (3) dan (4) 3. Nilai (value) adalah anggapan masyarakat tentang sesuatu yang diharapkan, indah, dan benar. Berdasarkan definisi tersebut, maka keberadaan nilai bersifat …. A. abstrak dan ideal B. konkret dan materiil C. individual dan mutlak D. statis dan komunal E. konkret dan mutlak 4. Hal mendasar yang membedakan antara norma hukum dan norma kebiasaan adalah …. A. tempat B. waktu C. perintah D. larangan E. sanksi 5. Untuk menghindari kemacetan, para pengendara sepeda motor berjalan melewati jalur yang dilarang dilewati. Hal ini melanggar lalu lintas dan dapat membahayakan dirinya atau orang lain, tetapi mereka tetap saja melakukan. Perilaku pengendara sepeda motor yang demikian melanggar norma …. A. usage, cara berkendara yang benar B. folkways, kebiasaan yang diulang - ulang C. mores, perilaku yang sesuai tatanan sosial D. customs, adat istiadat yang bersumber dari tradisi E. law, hukum yang tertulis dan tegas 6. Sejak kecil ibu selalu mengajarkan kepada Nadira untuk menggunakan tangan kanan ketika makan dan menerima pemberian orang lain. Tindakan tersebut merupakan contoh bentuk sosialisasi …. A. formal B. primer C. sekunder D. informal E. nonformal 7. Keterlibatan para remaja dalam kasus pengguna narkoba lebih dominan disebabkan oleh adanya pengaruh sosialisasi dari luar lingkungan keluarga. Media sosialisasi yang berperan besar memengaruhi perilaku remaja tersebut adalah …. A. lingkungan sekolah B. teman sepermainan C. lingkungan kerja D. media massa E. kerabat 8. Keluarga merupakan media sosialisasi primer. Terkait dengan kesinambungan moralitas masyarakat, lembaga keluarga memiliki fungsi …. A. membentuk individu siap mandiri B. melakukan transformasi kebudayaan C. membentuk dasar kepribadian individu D. menjadi tempat perlindungan individu E. mempersiapkan masa depan individu 9. Perhatikan ciri – ciri berikut ini ! (1) Masih dapat ditoleransi oleh masyarakat (2) Dilakukan untuk pertama kali (3) Sudah menjadi kebiasaan (4) Masyarakat memberikan sanksi Yang menunjukkan ciri–ciri penyimpangan primer adalah …. A. (1) dan (2) B. (1) dan (3) C. (2) dan (3) D. (2) dan (4) E. (3) dan (4) 10. Setelah perceraian kedua orang tuanya, Dodi berubah menjadi anak pemabuk dan sering bolos sekolah. Contoh tersebut menunjukkan terjadinya perilaku menyimpang akibat.... A. serangan unsur budaya asing B. pengawasan sekolah sangat lemah C. sanksi bagi pelanggar tidak kuat D. media sosialisasi tidak sempurna E. sub kebudayaan menyimpang 11. Akibat pembantu rumah tangga Bu Desi membuang sampah sembarangan, Bu Santi bertengkar dengan tetangganya, mereka saling tuduh dan mejelekkan perilaku masing masing. Lembaga pengendalian utama yang mampu mengatasi kasus tersebut adalah … A. satpam B. kepolisian C. pengadilan D. lembaga formal E. tokoh masyarakat 12. Pedagang yang menjual ketoprak, mie ayam, ataupun baso, umunya kaum urban. Persamaan mereka dalam stratifikasi sosial adalah …. A. jenis pekerjaannya B. penghasilannya C. tempat usahanya D. asal daerahnya E. jumlah keluarganya 13. Dalam masyarakat modern, pelapisan sosial dengan kriteria politik secara sederhana dapat terdiri dari strata pejabat dan rakyat. Individu yang menduduki strata atas ( pejabat ) dapat bergeser menjadi rakyat, dan sebaliknya rakyat dapat menduduki strata pejabat. Realitas sosial tersebut menunjukkan pelapisan sosial yang bersifat …. A. khusus B. umum C. tertutup D. terbuka E. tertentu 14. Perhatikan struktur kasta berikut ! Pelapisan sosial pada gambar di atas didasarkan pada …. A. kehormatan B. keturunan C. pendidikan D. kekuasaan E. kekayaan 15. Gambar pelapisan sosial masyarakat pertanian Terbentuknya pelapisan sosial pada gambar di atas berdasarkan … A. pemilikan lahan pertanian B. kualitas lahan pertanian C. peralatan pertanian D. modal usaha pertanian E. jumlah hasil pertanian 16. Perhatikan contoh di bawah ini ! (1) Demonstrasi besar – besaran karyawan PT.Dirgantara Indonesia (2) Konflik antara Indonesia dan Malaysia tentang batas wilayah (3) Kerusuhan yang terjadi antara pekerja dengan managemen (4) Tawuran antara pelajar SMA dan STM di kota tertentu Yang termasuk konflik nonvertikal adalah … A. (1) dan (2) B. (1) dan (3) C. (2) dan (3) D. (2) dan (4) E. (3) dan (4) 17. Konflik antara Pemerintah RI dengan GAM pada masa lalu dapat diselesaikan melalui bantuan sebuah lembaga internasional, sehingga diperoleh kesepakatan di antara kedua belah pihak dan masing–masing komitmen terhadap apa yang telah diputuskan. Peran lembaga dalam penyelesaian kasus tersebut menunjukkan contoh akomodasi dalam bentuk …. A. mediasi B. arbitrasi C. konsiliasi D. ajudikasi E. kompromi 18. Perhatikan skema struktur majemuk berikut ini ! Masyarakat majemuk pada gambar tersebut berbentuk …. A. integrasi kesukuan dan pekerjaan B. interaksi suku, pedagang dan pegawai C. konsolidasi suku Batak dan Sunda D. interseksi suku dan pekerjaan E. konfigurasi pedagang dan pegawai 19. Organisasi sosial pada masyarakat majemuk dapat menjadi tempat beraktivitas bagi orang-orang yang berasal dari berbagai suku bangsa, ras, agama ataupun golongan dan aliran. Keadaan demikian akan mengasilkan struktur sosial yang berfungsi …. A. menghambat interseksi sosial B. menghentikan konsolidasi sosial C. mendorong konsolidasi sosial D. mendorong integrasi sosial E. meningkatkan loyalitas kelompok 20. Kolonialisme Belanda di Indonesia menerapkan politik yang membedakan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan bagi golongan pribumi (bangasawan dan rakyat jelata) sehingga mengakibatkan terhambatnya mobilitas sosial melalui pendidikan. Berdasarkan paparan tersebut dapat diketahui bahwa penghambat terjadinya mobilitas vertikal adalah …. A. keadaan ekonomi B. diskriminasi sosial C. situasi politik negara D. lingkungan sosial E. sosialisasi yang kuat 21. Perhatikan bagan berikut ! Bagan di atas menggambarkan terjadinya mobilitas sosial …. A. vertikal naik B. vertikal turun C. horizontal geografis D. intragenerasi turun E. antargenerasi horizontal 22. Aa Gym adalah anak seorang tentara yang tinggal di lingkungan Kauman dan kuliah di perguruan tinggi umum. Ia belajar ngaji pada seorang ajengan. Meskipun memiliki beberapa jenis usaha bisnis, ia lebih dikenal dan dihormati sebagai seorang dai atau ustadz. Jenis saluran mobilitas yang digunakan adalah … A. angkatan bersenjata B. lembaga keagamaan C. lembaga pendidikan D. organisasi politik E. organisasi keahlian 23. Beberapa keluarga yang berdekatan membentuk Rukun Tetangga. Selanjutnya sejumlah Rukun Tetangga membentuk RW (Rukun Warga). Kelompok sosial yang terbentuk berdasarkan lokalitas tersebut dinamakan …. A. masyarakat B. komunitas C. kelompok D. patembayan E. paguyuban 24. Meskipun berasal dari nenek moyang dengan budaya yang sama, dewasa ini masyarakat Indonesia bersifat multietnis. Diferensiasi kesukuan terjadi karena mereka hidup terpencar dalam ribuan pulau. Kondisi tersebut melatarbelakangi munculnya budaya masing–masing kelompok sebagai upaya adaptasi terhadap tantangan hidup dari lingkungan yang dihadapi. Berdasarkan realitas tersebut dapat diketahui bahwa kemajemukan budaya Indonesia disebabkan oleh fakta sosiologi, yakni …. A. perbedaan kekayaan sumber daya alam B. pengalaman historis pernah dijajah C. isolasi geografis karena bentuk wilayah D. perkembangan kebutuhan dan tuntutan zaman E. keragaman mata pencaharian masyarakat 25. Ciri-ciri masyarakat majemuk : (1) Terjadi segmentasi ke dalam berbagai kelompok (2) Memiliki struktur sosial yang dinamis dan heterogen (3) Sulit mencapai konsensus bersama secara damai (4) Ada dominasi politik oleh kelompok yang kuat Kondisi tersebut berpengaruh terhadap munculnya potensi …. A. integrasi nasional B. akulturasi budaya C. konflik horizontal D. stratifikasi sosial E. diferensiasi fungsional 26. Beberapa perilaku dalam masyarakat majemuk : (1) Memberikan kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan politik tanpa membedakan latar belakang suku bangsa, agama, ras, ataupun golongan . (2) Memandang bahwa identitas kelompok, seperti etnis, ras, dan agama, bukanlah hal yang kaku dan menghambat pergaulan sosial. (3) Membentuk partai politik berdasarkan paham, ideologi, atau keterikatan pada faktor-faktor seperti suku bangsa, agama, dan ras. (4) Memberikan prioritas atau perlakuan istimewa kepada orang–orang yang berasal dari daerah, suku bangsa, agama atau ras tertentu. Yang termasuk perilaku sosial primodial adalah …. A. (1) dan (2) B. (1) dan (3) C. (2) dan (3) D. (2) dan (4) E. (3) dan (4) 27. Seorang ekstremis menganggap bahwa hanya pendapat kelompok sendirilah yang benar dan menolak pendapat dari luar kelompoknya. Dalam kehidupan multikultural, sikap ekstrem tersebut dapat merusak upaya untuk memperkuat proses …. A. integrasi B. organisasi C. asosiasi D. institusi E. sosialisasi 28. Masyarakat yang menganut prinsip homogenitas (persamaan perilaku dan sikap) mempunyai solidaritas yang tidak fleksibel dan cenderung monoton. Solidaritas yang banyak berlaku di masyarakat pedesaan tersebut termasuk jenis solidaritas …. A. sosial B. bersama C. primer D. mekanik E. organik 29. Evolusi merupakan perubahan sosial yang bersifat lambat. Perubahan tersebut memerlukan waktu yang cukup lama, misalnya …. A. pergantian sistem pemerintahan dari orde lama menjadi orde baru B. pergeseran sistem pemerintahan dari orde baru menjadi orde reformasi C. perkembangan sistem berburu dan meramu ke sistem pertanian modern D. perubahan kebudayaan di China pada tahun 1948 menjadi komunis E. pelaksanaan glasnost dan perestroika di Rusia menuju demokrasi 30. Perubahan sosial merupakan pergeseran struktur, sistem dan lembaga masyarakat dalam aspek politik, ekonomi, dan sosial budaya. Perubahan partisipasi rakyat dalam menyalurkan aspirasinya untuk memilih pemimpin adalah perubahan dalam bidang …. A. politik B. ekonomi C. struktur D. budaya E. sosial 31. Krisis minyak bumi mendorong masyarakat Indonesia melakukan inovasi/penemuan baru. Masyarakat berhasil menemukan minyak gas yang bahan bakunya dari sisa kotoran hewan dan dapat dimanfaatkan untuk mengganti minyak tanah yang semakin mahal. Contoh tersebut menunjukkan perubahan sosial yang disebabkan oleh faktor …. A. kemampuan internal B. pengaruh eksternal C. lingkungan alam D. dinamika sosial E. budaya masyarakat 32. Bencana alam semakin banyak terjadi akibat dari eksploitasi potensi kekayaan alam secara tidak professional dan tidak sesuai dengan aturan perundangan. Sebab terjadinya gejala sosial tersebut adalah …. A. kurang meratanya pembangunan B. lemahnya penegakan hukum C. sedikitnya aparatur negara D. meningkatnya tindak kriminal E. terjadinya pergolakan daerah 33. Gejala disintegrasi sosial dalam bentuk pergolakan di beberapa wilayah Nusantara masih dapat muncul kembali. Umumnya pergolakan tersebut terjadi karena …. A. kelompok masyarakat Indonesia B. sistem pembagian anggaran C. kuantitas penduduk Indonesia D. jumlah pulau di Nusantara E. kesenjangan dan ketidakadilan 34. Perkembangan modernisasi dapat menyebabkan berkurangnya peran agama di masyarakat (sekularisme) seperti pergeseran nilai keagamaan menjadi nilai kebendaan (materialis) yang mengagungkan harta kekayaan. Dampak negatif sekularisme tersebut adalah …. A. berkembangnya ritual keagamaan B. meningkatnya pola piker rasional C. kurangnya pemahaman diri sendiri D. terbatasnya ilmu pengetahuan dan teknologi E. merosotnya iman dan kepercayaan terhadap Tuhan 35. Perkembangan demokrasi di Indonesia dapat ditengarai dari pemilu legislatif, pemilihan presiden, dan pilkada secara langsung. Dampak positif dari demokratisasi tersebut bagi masyarakat adalah.... A. meningkatnya partisipasi rakyat B. meluasnya kesempatan kerja C. terlaksananya pemilu pada hari libur D. meningkatnya kualitas pelaksanaan pemilu E. tersusunnya tata cara pelaksanaan pemilu 36. Pada sebagian besar masyarakat yang tinggal di perkotaan ada kecenderungan untuk menerapkan kebudayaan Barat dalam pola perilaku kehidupannya. Werternisasi tersebut berdampak negatif terhadap masyarakat dalam bentuk …. A. lebih terbuka terhadap budaya lain B. kehilangan jati diri dan kepribadian C. banyak barang infor di pasar D. pembatasan tenaga dalam negeri E. sarana kegiatan lebih mahal 37. Perhatikan gejala sosial berikut : (1) Memiliki simbol/lambang tertentu (2) Usia lembaga lebih panjang (3) Memiliki anggota lebih dari satu (4) Tidak dapat berubah/statis Di antara gejala di atas yang menunjukkan ciri-ciri lembaga sosial adalah .... A. (1) dan (2) B. (1) dan (3) C. (2) dan (3) D. (2) dan (4) E. (3) dan (4) 38. Keluarga berperan dalam membentuk kepribadian dan perilaku anak agar sesuai dengan harapan orang tua maupun masyarakat. Fenomena tersebut menunjukkan, bahwa keluarga mempunyai fungsi …. A. pengawasan B. sosialisasi C. proteksi D. afeksi E. ekonomi 39. Perdagangan merupakan usaha mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen. Peran penting lembaga perdagangan tersebut bagi kelangsungan hidup masyarakat adalah.... A. menyalurkan kebutuhan pokok bagi masyarakat B. menyusun pedoman tentang sistem pengupahan C. memberi layanan terbaik bagi masyarakat D. meningkatkan kerjasama sesama perusahaan E. mengatur pendapatan anggota masyarakat 40. Lembaga pendidikan berperan dalam mewujudkan integrasi sosial masyarakat Indonesia yang mejemuk. Peran lembaga tersebut dilaksanakan dalam bentuk …. A. transmisi pengetahuan dan ketrampilan B. sosialisasi dan pendidikan multikultural C. indoktrinasi ideologi pada peserta didik D. pengajaran matematika dan bahasa daerah E. pemberantasan buta aksara dan angka 41. Fungsi dari lembaga agama bagi kepentingan integrasi kelompok intern umat adalah …. A. membagi komunitas berdasarkan kelas secara vertikal B. mempersatukan komunitas atas dasar keyakinan C. memberi ketenangan batin bagi individu/kelompok D. meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat E. terciptanya keteraturan sosial dalam masyarakat 42. Perhatikan pernyataan berikut ! (1) Menarik minat peneliti (2) Mampu dilaksanakan (3) Mengandung banyak variabel (4) Mudah dibuat duplikasnya Yang termasuk syarat pemilihan topik penelitian yang baik adalah …. A. (1) dan (2) B. (1) dan (3) C. (2) dan (3) D. (2) dan (4) E. (3) dan (4) 43. Melalui pengamatan yang baik, seorang siswa melakukan penelitian terhadap pemalsuan air minum mineral merk tertentu. Siswa tersebut berhasil mengungkapkan jaringannya dan pihak –pihak yang terlibat. Deskripsi tersebut mengidentifikasikan jenis penelitian …. A. deskriptif B. korelatif C. komparatif D. studi kasus E. survei 44. Sekelompok siswa SMA/MA melakukan pengamatan dan wawancara dengan para sopir angkutan kota guna memperoleh data mengenai tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, lama bekerja dalam sehari, pendapatan kotor, jumlah uang yang harus disetorkan kepada perusahaan, dan lain-lain. Dilihat dari cara memperolehnya, data tersebut termasuk jenis …. A. sekunder B. kualitatif C. primer D. nominal E. kuantitatif 45. Beberapa ciri pengumpulan data : (1) Cepat memperoleh data dari sumber yang terpencar di berbagai tempat (2) Mendapatkan data mengenai peristiwa yang terjadi dengan lebih sempurna (3) Menciptakan gejala yang diteliti sesuai dengan rancangan penelitian (4) Masyarakat yang diteliti tidak terganggu oleh aktivitas peneliti Di antara ciri tersebut yang termasuk kelebihan metode observasi non-partisipasi untuk pengumpulan data adalah …. A. (1) dan (2) B. (1) dan (3) C. (2) dan (3) D. (2) dan (4) E. (3) dan (4) 46. Apabila kita meneliti upacara adat di Minangkabau kemudian kita berada dan ikut dalam prosesi di acara tersebut sehingga data yang diperoleh lebih akurat, maka hal itu menunjukkan contoh pengumpulan data dengan cara A. studi kepustakaan B. angket/kuesioner C. observasi partisipasi D. wawancara E. dokumentasi 47. Penelitian tentang prestasi belajar siswa dilakukan di SMA Madurasa mengambil sampel kelas X sebanyak 50 siswa, kelas XI sebanyak 50 siswa dan kelas XII sebanyak 50 siswa. Berdasarkan pengambilan sampel tersebut, maka teknik yang digunakan adalah …. A. area sampling B. random sampling C. stratified sampling D. clustered sampling E. purposive sampling 48. Perhatikan pernyatan di bawah ini: (1) tabel frekuensi (2) tabulasi (3) variabel (4) tabulasi silang Dari pernyataan di atas, yang termasuk tahap pengorganisasian data adalah .... A. (1), (2) dan (3) B. (1), (2) dan (4) C. (1), (3) dan (4) D. (2), (3) dan (4) E. (1), (2), (3) dan (4) 49. Data angka pengangguran di Indonesia (Kompas, 17 Februari 2009) sebagai berikut : No Tahun Persen 1. 2004 9,9 2. 2005 11,2 3. 2006 10,3 4. 2007 9,1 5. 2008 8,5 Berdasarkan tabel tersebut, prestasi terbaik dalam mengatasi pengangguran tertinggi terjadi pada tahun …. A. 2004 B. 2005 C. 2006 D. 2007 E. 2008 50. Penulisan atau penyusunan laporan hasil penelitian sosial sangat berguna bagi siswa peneliti dalam berpikir objektif, karena .... A. mendapatkan data empiris tentang kehidupan sosial B. mengajarkan teknik penulisan laporan penelitian C. melatih siswa mengembangkan ilmu pengetahuan D. memberikan pengetahuan mengenai penelitian E. membiasakan penggunaan bahasa yang efektif

Rabu, 09 November 2011

Materi Sosiologi XII IPS - Lembaga Sosial

LEMBAGA SOSIAL

1. Pengertian Lembaga Sosial

Istilah institusi atau lembaga sosial merupakan terjemahan dar istilah bahasa Inggris "social institution". Di dalam kata institui terkandung dua unsur pengertian sekaligus, yaitu (a) serangkak: nilai dan norma-norma sosial, serta (b) struktur dan susunan social.

Para pakar cenderung mengartikan lstilati institution menurut pertimbangan aspek mana yang hendak diutamakan. Soerjono Soekanto (1982) misalnya, lebih suka menerjemahkan istilah social institution sebagai lembaga kemasyarakatan atau lembaga sosial. Alasannya karena, "pengertian lembaga lebih menunjuk pada sesuatu bentuk sekaligus juga mengandung pengertian yang abstrak tentang adanya norma-norma dan peraturan-peraturan tertentu yang menjadi ciri lembaga tersebut".

Koentjaraningrat (Soekanto, 1982), di lain pihak, lebih diUtamakan aspek sistem norma dari insitusi sosial. Oleh karena itu menerjemahkan kata institusi sebagai pranata. Pranata sosial menurut Koentjaraningrat adalah suatu sistem tata kelakuan dan Oangan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
Horton & Horton (1983:41) juga mendefinisikan lembaga soaial sebagai sistem norma-norma sosial dan hubungan-hubungan yang terorganisir, yang menyatukan nilai-nilai dan prosedur-prosedur rertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Lembaga mencakup norma-norma, nilai-nilai, kedudukan, peranan-peranan, dan hubungan-hubungan yang berkaitan dengan kegiatan penting dalam masyarakat. Kedua pakar itu membedakan institusi dengan asosiasi yang diartikan sebagai kelompok orang yang mengorganisasikan diri untuk mencapai tujuan tertentu. contoh insitusi adalah sistem perbankan merupakan cara baku dalam mengelola transaksi keuangan tertentu.

Institusi sosial terbentuk atau berkembang dari pola-pola yang muncul dalam kehidupan bersama manusia. Melalui proses pemecahan masalah bersama secara bertahap, muncul pola perilaku baku yang berkembang pula nilai dan norma dari perilaku tersebut. Proses berkembangnya pola-pola kelakuan yang dibakukan dan yang -disatukan dengan struktur normatif masyarakat disebut sebagai proses pelembagaan/institusionalisasi. Contoh, sistem tukar-menukar barang (barter) adalah pola kelakuan yang sudah dilembagakan banyak suku di berbagai belahan dunia. Uang juga merupakan pola pertukaran yang telah dilembagakan. Melalui proses pelembagaan , dirumuskan aturan yang cocok dan baku untuk mengatur bagaimana pertukaran yang adil.

2. Ciri-ciri Lembaga Sosial

Setiap lembaga sosial setidaknya memiliki enam ciri (Soekan: 2002). Keenam ciri tersebut meliputi:
a. Merupakan kesatuan fungsional dari berbagai uns kebudayaan. la merupakan organisasi dari pola-pola pemikir dan pola perikelakuan, yang terwujud dalam aktivitas-aktivitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya. Contoh: sekolah.
b. Terbentuknya dalam waktu yang lama dan umumnya bertahan dalam waktu yang lama pula.
c. Mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu, ada arah tertentu yang ingin dicapai melalui lembaga social tersebut.
d. Mempunyai alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan dari lembaga tersebut.
e. Memilki lambing-lambang yang merupakan cirri lembaga social tersebut. Merupakan sarana simbolis untuk mengungkapkan fungsi dan tujuan lembaga sosial tersebut. Contoh: partai politik mempunyai bendera, simbol, dan juga warna khas tertentu.
f. Memiliki tradisi yang tertulis atau tidak tertulis.
Dalam hal ini ada nilai-nilai atau norma-norma tertentu yang diikuti untuk mewujudkan tujuan dari lembaga tersebut. Contoh: dalam lembagaperkawinan, ada tradisi memberikan hormat dan memohon restu kepada orang tua pengantin.



3. Fungsi Lembaga Sosial

Ada banyak lembaga/institusi sosial yang terdapat dalam masyarakat kita, seperti media massa, pemerintah, ekonomi, keluarga dan sebagainya. Namun demikian, pembahasan tentang ilmu sosial dalam buku buku sosiologi, umumnya hanya mencakup lima lembaga sosial utama, yaitu keluarga, pendidikan, ekonomi, politik, dan agama.

Lembaga sosial merupakan perekat bagi kehidupan sosial. menyediakan pengaturan-pengaturan dasar kehidupan, memungkinkan manusia menjalani hubungan-hubungan dengan sesame, serta menjamin kelangsungan hidup antar generasi.

Oleh karena itu, Macionis (1998) menyebutkan bahwa ada lima tugas pokok lembaga-lembaga atau institusi-isntitusi soaila sebagai berikut:
a) Penggantian Personil.
Setiap kelompok harus menggantikan personil anggotanya yang meninggal, pergi atau tak mampu berfungsi lagi.
b) Mengajar anggota baru
Tak ada satu kelompok pun yang dapat bertahan, jika para anggotanya menolak perilaku kelompok yang sudah mapan dan memikul tanggung jawab kelompok.
c) Menghasilkan dan mendistribusikan barang dan jasa
d) Memelihara ketertiban.
e) Menyediakan dan memelihara kesadaran tujuan

Jadi setiap institusi memiliki fungsi dalam masyarakat, fungsi institusi yang bersifat manifest ada pula yang bersifat laten.Fungsi manifes adalah fungsi yang jelas, tampak , disengaja dan diakui, sedangkan fungsi laten adalah fungsi yang tidak tampak, tidak disengaja dan mungkin tidak diakui.

4. Tipe Lembaga Sosial

Lembaga soaial bisa dikelompokkan dalam berbagai tipe, hal ini tergantung dari criteria yang digunakan untuk melakukan pengelompokam itu. Sedikitnya ada lima criteria yang bisa digunakan untuk mengelompokkan tipe lembaga social.
Tipe-tipe Lembaga social menurut Soekanto, 2002

Keterangan:
a. Cresive Institutions
Merupakan lembaga social yang secara tak disengaja muncul dari adapt istiadat masyarakat.
Contoh : Lembaga Perkawinan.
b. Enacted Institutions
Merupakan lembaga social yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu.
Contoh: Lembaga pendidikan.
c. Basic Institutions
Merupakan lembaga social yang bertujuan memelihara dan mempertahankan tertib social.
Contoh : Keluarga, Pendidikan dan Negara.
d. Subsidiary Institutions
Merupakan lembaga social yang sifatnya melengkapi.
Contoh : Rekreasi
e. Social-sanction Institutions
Merupakan lembaga social yang diterima oleh masyarakat.
Contoh : Keluarga, Sekolah Dan lain-lain.
f. Unsanctions Institutions
Merupakan lembaga social yang ditolak oleh masyarakat.
Contoh : Premanisme, kriminalitas.
g. General Institutions
Merupakan lembaga social yang terdapat pada hampir semua masyarakat.
Contoh : agama
h. Restricted Institutions
Merupakan lembaga social yang hanya terdapat pada masyarakat tertentu.
Contoh : agama Islam, agama Kristen dan sebagainya.
i. Operative Institutions
Merupakan lembaga social yang berfungsi menjalankan atau menggerakkan lembaga-lembaga social yang ada.
Contoh : Industrialisasi.
j. Regulative Institutions
Merupakan lembaga social yang berfungsi mengawasi tata kelakuan masyarakat.
Contoh : Kepolisian, Kejaksaan dan pengadilan.


JENIS-JENIS LEMBAGA SOSIAL

1. Lembaga Keluarga

Keluarga adalah sekelompok orang yang secara langsung dihubungkan, di Dalamnya anggota yang dewasa mempunyai tanggung jawab untuk memelihara anak-anak (Giddens, 1993 : 390 ).

Adapula yang mendefinisikan keluarga sebagai kelompok yang terdiri atas para orang tua dan anak-anak mereka (Johnson, 1986; 463).
1.1. Jenis-Jenis Keluarga
Menurut Sunarti (2004, 63) dalam sosiologi keluarga biasanya dikenal pembedaan antara keluarga yang bersistem kongsonguinal dan Keluarga bersistem kongnjugal
Keluarga yang bersistem kosanguinal menekankan pada pentingnya ikatan darah. Misalnya hubungan seseorang dengan orangtuanya.
Keluarga yang bersistem Konjugal menekankan pada pentingnya hubungan perkawinan (antara suami istri) yang cenderung dianggap lebih penting daripada ikatan dengan orang tua.

1.2. Aturan-aturan tentang keluarga
Dalam Keluarga ada aturan-aturan antara lain menganai:
a. Mengenai asal jodoh dalam hubungan perkawinan
Ada dua jenis yaitu:
- Eksogami Adalah system yang melarang antara sesama anggota kelompok.
- Endogami adalah sistem yang mewajibkan perkawinan dengan sesama anggota kelompok.
b. Tentang siapa yang boleh atau tidak boleh dinikahi,
c. Tentang jumlah orang yang tidak boleh dinikahi pada waktu yang sama.
Terdapat aturan-aturan:
- Monogami yaitu Perkawinan antara seoarng laki-laki dan perempuan.
- Poligami yaitu perkawinan antara seoarng laki-laki dengan beberapa perempuan dalam waktu yang sama.
d. Perkawinan Kelompok yaitu perkawinan anatara dua orang laki-laki dengan dua orang perempuan atau lebih pada waktu yang sama.
e. Tentang penentuan garis keturunan.
f. Tentang aturan dimana seharusnya pasangan bertempat tinggal setelah menikah.

1.3. Fungsi Keluarga
Menurut Horton dan Hun (1984, 238-242) ada tujuh fungsi keluarga yaitu:
a. Keluarga berfungsi mengatur perilaku seksual dengan membatasi siapa boleh berhubungan seksual dengan siapa.
b. Keluarga berfungsi untuk reproduksi atau pengembangan keturunan.
c. Keluarga berfungsi memberikan perlindungan untuk anggotanya baik fisik maupun yang bersifat kejiwaan.
d. Keluarga merupakan lembaga sosialisasi utama.
e. Keluarga berfungsi menjalankan fungsi ekonomi, seperti produksi, distribusi dan konsumsi.
f. Keluarga berfungsi memberikan status untuk anak-anaknya.
g. Keluarga mempunyai fungdi afeksi dimana keluarga memberikan cinta kasih pada seseorang anak.


2. Lembaga Pendidikan

Pendidikan dapat diartikan sebagai bentuk sosialisasi khusus yang secara sistematis dan formal melakukan transmisi ketrampilan-ketrampilan, pengetahuan, kepercayaan, nilai-nilai, sikap-sikap dan norma-norma.

Pendidikan berlangsung dalam bentuk:
a. Pendidikan Formal
Yaitu pendidikan yang berlangsung disekolah-sekolah.
b. Pendidikan Non Formal
Pendidikan luar sekolah seperti kursus.
c. Pendidikan Informal
Pendidikan yang terjadi di rumah atau melalui media massa.

2.2. Fungsi Pendidikan
Menurut Horton dan Hunt institusi pendidikan mempunyai dua manifes pokok yaitu:
(1). Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
(2). Membantu individu agar mengembangkan potensinya.
Fungsi manifes dari lembaga pendidikan adalah:
a. Melestarikan kebudayaan dengan meneruskannya dari satu generasi muda ke generasi berikutnya.
b. Mendorong partisipasi demokratis.
c. Memperkaya kehidupan dengan memperluas cakrawala pemikiran dan rasa keindahan siswa.
d. Memperbaiki penyesuaian diri para siswa melalui konseling pribadi dan berbagai psikologi terapan.
e. Memperbaiki kesehatan generasi muda, melalui latihan-latihan fisik.
f. Memproduksi warga negara yang patriotik.
g. Meningkatkan integrasi antar ras
h. Mebnyediakan hiburan bersama
i. Pembangunan karakter warga negara.

2.3. Lembaga Ekonomi
Institusi ekonomi adalah lembaga sosial yang memenuhi tugas produksi dan distribusi barang-barang dan jasa-jasa dalam masyarakat (Coulbun dkk, 1989: 419).
Secara umum ada dua jenis ekonomi:
a. Kapitalis
Bersumber pada liberalisme yang mengutamakan perekonomian swasta, mekanisme pasar dan sistem perdagangan bebas.
b. Sosialis
Pokok-pokok ajaran sosialisme dalam bidang ekonomi adalah sebagai berikut:
- Penghapusan dan pembatasan hak milik pribadi atas alat-alat produksi.
- Pengambilalihan semua atau sebagian alat-alat produksi.
- Pembagian kembali hak milik pribadi.
- Perlindungan terhadap kaum buruh.
- Perubahan struktur kekuasaan ekonomi.
- Perubahan struktur Kekuasaan Politik
- Perjuangan melawan hak-hak istimewa.



2.4. Lembaga Politik
Korblum (Sunarto 2004;76) mendefiniskan institusi politik sebagai perangkat kekuasaan dan wewenang.
Contoh dari institusi dibidang politik adalah:
- Lembaga Eksekutif
Adalah lembaga pelaksana undang-undang yang biasanya berupa presiden dan para mentrinya beserta birokrasi pemerintahan.
- Lembaga Legislatif
Lembaga pembuat undang-undang yang bisa berbentuk DPR,SENAT DPD atau DPRD di daerah otonom.
- Lembaga Yudikatif.
Lembaga Penegak undang-undang/hukum yang di indonesia berupa Mahkamah Agung, Lembaga-lembaga Peradilan bawahan MA dan MK.
Fungsi-fungsi Politik harus berjalan dalam sebuah negara yang meliputi:
a. Fungsi merumuskan kepentingan.
Yaitu fungsi yang menyusun dan mengungkapkan tuntutan Politik dalam suatu negara.
b. Fungsi Pemaduan Kepentingan.
Fungsi menyatukanpadukan tuntutan-tuntutan politik dari berbagai pihak dalam suatu negara dan meweujudkannya kedalam berbagai alternatif kebijakan.
c. Fungsi Pembuatan Kebijakan Umum.
Fungsi untuk mempertimbangkan berbagai alternatif kebijakan yang diusulkan oleh partai-partai politik dan pihak lain.
d. Fungsi Penerapan Keijakan.
Fungsi melaksanakan berbagai macam kebijakan yang telah ditetapkan oleh pihak yang berwenang.
e. Fungsi pengawasan pelaksanaan kebijakan.
Fungsi menyelaraskan perilaku masyarakat dan pejabat publik yang menentang atau menyeleweng dari kebijakan publik.
f. Fungsi Komunikasi Politik
Proses penyampaian informasi mengenai politik dari masyarakat.
g. Fungsi Sosialisasi politik
Proses pembentukan sikap dan orientasi politik anggota masyarakat.
h. Fungsi rekritmen politik.
Proses penyeleksi orang-oarng yang akan dipilih atau diangkat sebagai pejabat untuk jabatan-jabatan yang ada.

2.5. Lembaga agama
Unsur-unsur dasar dijumpai pada agama adalah:
- Kepercayaan agama,
- Simbol agama,
- Praktik agama,
- Umat agama dan
- Pengalaman agama.
tutorial blogartikel terselubung